• Menyambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah dengan Semangat Hijrah

    SIDAYU - Sabtu (06/07/2024) menjadi hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, merayakan Tahun Baru Hijriyah 1446 H. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi dasar penetapan tahun baru ini. Hijrah tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga merupakan simbol perjuangan dan pengorbanan dalam mencari ridha Allah SWT.

  • PCPM Sidayu Adakan Rapat Rutin Bulanan untuk Evaluasi dan Koordinasi.

    SIDAYU - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu kembali menggelar rapat rutin bulanan di Musholla yang terletak dalam kawasan Gedung Dakwah Pemuda Muhammadiyah (GDPM) Sidayu, Jum'at (5/7/2024). Rapat ini menjadi wadah penting untuk menampung berbagai ide serta membahas isu-isu krusial baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan.

  • Merajut Kenangan di Pemuda Muhammadiyah Sidayu: Rindu yang Menggelora.

    SIDAYU - Dalam perjalanan hidup, ada momen-momen yang meninggalkan jejak mendalam dalam ingatan kita. Salah satu momen tersebut adalah keterlibatan dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Sidayu. Kehidupan di organisasi ini bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan sebuah pergerakan yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian.

Menjaga Nyala Dakwah di Bulan Suci, PCPM Sidayu Gelar Safari Ramadhan

 

Foto bersama safari Ramadhan II


SIDAYU – Suasana hangat kebersamaan terasa begitu kental di Masjid Hayya'alasholah Sidayu pada Sabtu malam, 1 Maret 2026. Sejumlah kader muda berkumpul, saling bersalaman dan bertukar cerita dalam kegiatan Safari Ramadhan kedua yang digelar Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sidomulyo, Bunderan, Raci Tengah, Mriyunan, dan Sedagaran. Safari Ramadhan menjadi momentum penting bagi para kader untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan semangat gerakan dakwah di bulan suci.

Ketua PCPM Sidayu, Ahmad Fani Alfian, menegaskan bahwa Safari Ramadhan merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya berisi tausiyah keagamaan, tetapi juga menjadi ruang dialog antar kader.

“Safari Ramadhan ini menjadi sarana untuk mengetahui kondisi ranting-ranting Pemuda Muhammadiyah sekaligus membangun kembali semangat gerakan dakwah di kalangan kader,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadhan sebelumnya telah dilaksanakan pada 28 Februari 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Desa Sukorejo dengan dihadiri PRPM Sukorejo, Golokan, Srowo, dan Purwodadi. Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai langkah konsolidasi organisasi selama bulan Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Amri Mukhtarifin yang hadir sebagai narasumber sekaligus demisioner Ketua PCPM Sidayu mengajak seluruh kader untuk terus menghadirkan manfaat di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa kaderisasi merupakan jantung gerakan Pemuda Muhammadiyah.

“Teruslah menebar manfaat dan kebaikan. Kaderisasi di Pemuda Muhammadiyah harus tetap berjalan agar gerakan dakwah terus hidup,” pesannya.

Safari Ramadhan tidak hanya menjadi pertemuan formal organisasi, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat. Diskusi ringan, canda kader, hingga semangat berbagi gagasan terasa menyatu dalam nuansa Ramadhan yang penuh keberkahan. 

Melalui kegiatan ini, PCPM Sidayu berharap semangat kader muda Muhammadiyah tetap terjaga, sekaligus memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah sebagai motor gerakan dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat. 

Share:

Tasyakuran Kader Muda Sidayu: Refleksi dan Dedikasi di Balik Sukses Pilkada 2024



Malam, 15 Desember 2024 menjadi saksi istimewa di Gedung Dakwah Pemuda Muhammadiyah (GDPM) Kecamatan Sidayu. Puluhan kader muda berkumpul dalam puncak tasyakuran atas suksesnya mereka menjadi penyelenggara Pilkada 2024 di Kecamatan Sidayu. Acara ini digelar di bawah komando Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sidayu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para kader dalam menjalankan tugas berat tersebut.

Dalam sambutannya, Falaq Fazarudhin, perwakilan Bidang Hikmah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik, menegaskan pentingnya momen ini sebagai laboratorium mini untuk belajar menghadapi berbagai karakter masyarakat. 

"Teman-teman kader melati bangsa harus mampu mengambil pelajaran dari pengalaman ini. Ini adalah kesempatan berharga untuk bereksperimen menyelesaikan persoalan-persoalan nyata di masyarakat," ujarnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan kader muda sebagai penyelenggara pemilu merupakan langkah awal untuk agenda-agenda politik yang lebih besar demi kemaslahatan bersama.

Ketua Umum PCPM Sidayu, Ahmad Fani Alfian, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang yang telah membentuk kader-kader muda Sidayu menjadi penyelenggara pemilu yang kompeten. 

"Kader muda Sidayu adalah bukti nyata integritas dan kerja cerdas dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pilkada 2024. Mereka tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga memberikan warna dalam pengawasan pemilu," ungkapnya. 

Fani menambahkan bahwa agenda ini menjadi puncak rasa syukur atas kerja keras para kader yang berkontribusi untuk menyukseskan Pilkada di wilayah Gresik, khususnya Kecamatan Sidayu. Ia berharap pengalaman ini membawa manfaat besar, baik bagi pribadi kader maupun organisasi Pemuda Muhammadiyah.

Acara ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi kader muda untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusi mereka bagi bangsa. Dengan slogan "Melati Bangsa: Negarawan Muda, untuk Kemajuan Bangsa," Pemuda Muhammadiyah Sidayu menegaskan komitmennya untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas. 

Puncak tasyakuran ini menjadi bukti bahwa kader Pemuda Muhammadiyah Sidayu mampu menjawab tantangan zaman dengan kerja nyata dan kontribusi yang berdampak positif bagi masyarakat. (Azhar)




Share:

Konsolidasi 600 Kader Pemuda Muhammadiyah Gresik-lamongan: Sinergi untuk Jawa Timur Bersatu dan Maju

 

Sabtu pagi, 14 Desember 2024, suasana Lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik dipenuhi semangat dan antusiasme luar biasa dari ratusan kader Pemuda Muhammadiyah. Mereka datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik dan Lamongan untuk mengikuti Konsolidasi 600 Kader Pemuda Muhammadiyah, sebuah agenda strategis yang mempererat hubungan antara organisasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah.  

Acara dibuka dengan simbolis penyerahan pakaian kerja lapangan, menciptakan momen penuh kebersamaan yang menggambarkan komitmen kuat para kader untuk membawa perubahan positif di Jawa Timur. Dalam suasana yang hangat dan penuh optimisme, semangat pemuda untuk berkontribusi dalam membangun daerah tampak begitu nyata.  

Dengan tema “Peran Serta Organisasi dalam Upaya Mewujudkan Jawa Timur Bersatu Bersama untuk Maju”, acara ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga titik temu gagasan dan inspirasi. Dua pembicara ahli hadir untuk membakar semangat peserta: Abdullah Sidiq Notonegoro, dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), dan Moh. Amri Mukhtarifin, ASN SMKN 1 Brondong sekaligus guru penggerak dari Lamongan.  

Sesi pertama dibuka oleh Abdullah Sidiq Notonegoro yang menegaskan peran pemuda sebagai motor perubahan. Dengan suara penuh keyakinan, ia menyampaikan, “Pemuda adalah jantung peradaban dan perubahan dalam membangun zaman.”

Ia menguraikan tiga prinsip utama yang harus dimiliki pemuda: agen perubahan, pembangunan, dan pembaharuan. Kreativitas dan inovasi, menurutnya, adalah kunci untuk menciptakan solusi berdampak positif bagi masyarakat. Pesan ini memantik semangat peserta untuk terus berkontribusi aktif di daerah masing-masing.  

Pada sesi kedua, Moh. Amri Mukhtarifin menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat. “Jangan sampai organisasi kita anti-pemerintah. Jika pemerintah salah langkah, siapa lagi yang akan mengkritisi kebijakan mereka kalau bukan kita?” ujarnya dengan tegas.  

Ia juga memaparkan empat tantangan utama yang dihadapi pemuda saat ini, diantaranya kesenjangan sosial-ekonomi, keterbatasan sumber daya, persaingan global, dan transformasi digital. Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya kolaborasi, pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi.  

Acara ini menjadi lebih dari sekadar konsolidasi, ia adalah awal dari sinergi besar antara Pemuda Muhammadiyah Gresik-Lamongan dan Pemerintah Jawa Timur. Dalam langkah kecil ini, ada keyakinan bahwa perubahan besar akan terwujud untuk masa depan Jawa Timur yang bersatu dan maju.  

Dengan semangat kebersamaan, para kader membawa pulang inspirasi, visi, dan misi baru untuk menjadikan pemuda sebagai penggerak utama perubahan di daerah mereka. (Azhar)


Share:

Semangat Juang Pemuda Muhammadiyah Sidayu Semarakkan Gerak Jalan HUT RI Ke-79

 


Sidayu, pemudaberkemajuan.or.id - Ratusan warga Sidayu, Gresik, tumpah ruah memenuhi Jalan Raya Sidayu pada Ahad, 11 Agustus 2024. Mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi juga turut ambil bagian dalam Gerak Jalan Tradisional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79. Suara riuh sorak sorai terdengar saat peserta bergerak dari Desa Wadeng menuju Alun-alun Sidayu kota hampir 250 peserta regu membawa semangat kemerdekaan yang tetap membara dalam setiap langkah.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Sidayu ini tak hanya menarik perhatian masyarakat umum, tetapi juga diikuti oleh berbagai organisasi, salah satunya Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sidayu. Dengan penuh semangat, Pemuda Muhammadiyah Sidayu mendapat Regu Kehormatan dengan huruf I, mencerminkan tekad kuat untuk turut memeriahkan hari bersejarah ini.

"Gerak Jalan Tradisional Wadeng-Sidayu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Sidayu untuk memperingati kemerdekaan RI. Kegiatan ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari tradisi ini," ujar Ahmad Fani Alfian, Ketua Umum PCPM Sidayu.

Muhammad Ilham, Komandan KOKAM PCPM Sidayu, menambahkan bahwa partisipasi Pemuda Muhammadiyah dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dari sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah tersebut. "Kami sangat bangga dan senang bisa berpartisipasi dalam Gerak Jalan Tradisional ini. Ini adalah bentuk dukungan kami untuk terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Sidayu," ungkapnya dengan penuh kebanggaan. (Azhar)





Share:

KOKAM Sidayu Berperan Penting dalam Pengamanan Gerak Jalan Tradisional HUT RI Ke-79


Sidayu, pemudaberkemajuan.or.id - Di bawah terik matahari pada Siang hari Ahad, 11 Agustus 2024, ratusan peserta Gerak Jalan Tradisional memulai langkah mereka dari Desa Wadeng menuju Alun-alun Sidayu, Gresik. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Sidayu untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, ada satu pemandangan menarik kehadiran anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Sidayu yang dengan penuh semangat berpartisipasi dalam pengamanan acara tersebut.

Komandan KOKAM Sidayu, Muhammad Ilham, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota KOKAM yang telah turut serta dalam pengamanan. “Ini adalah bukti bahwa KOKAM terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dan menjadi syiar untuk Pemuda Muhammadiyah Sidayu,” ujarnya dengan penuh rasa bangga.

Sementara itu, Senior Komandan KOKAM Sidayu, Farihin, juga menegaskan bahwa KOKAM selalu siap dan tampil dalam pengamanan setiap kegiatan. "KOKAM senantiasa hadir di garda terdepan untuk memastikan kelancaran dan keamanan setiap acara di wilayah ini," tegasnya. 

Miftahul Huda, Komandan KOKAM Sidayu, menambahkan bahwa KOKAM turut berpartisipasi dalam pengamanan peserta gerak jalan tradisional demi mensukseskan acara tersebut. (Azhar)






Share:

Semangat Pemuda Muhammadiyah di Sidayu Tak Pudar di Tengah Kesibukan


Sidayu, pemudaberkemajuan.or.id - Di tengah hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari, semangat para Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Sidayu, Gresik, tak pernah padam. Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, Gedung Dakwah Muhammadiyah Desa Sukorejo menjadi saksi hidupnya semangat tersebut saat Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sidayu menggelar Musyawarah Ranting (MUSYRAN) bersama, yang diikuti oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dari tiga desa, diantaranya Sukorejo, Srowo, dan Purwodadi.

Musyawarah ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi menjadi momentum penting bagi para pemuda untuk berkumpul dan membahas masa depan organisasi di tingkat ranting. Antusiasme tampak jelas dari kehadiran para anggota meski mereka harus membagi waktu di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Dalam sambutannya, Khusnendi, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Sukorejo, menekankan pentingnya acara tersebut. “Gedung Dakwah Muhammadiyah Desa Sukorejo menjadi tempat bersejarah bagi Musyawarah Ranting Bersama yang diadakan oleh PCPM Sidayu. Meskipun banyak yang sibuk dengan pekerjaan, mereka tetap meluangkan waktu untuk berorganisasi,” ujarnya bangga, mencerminkan dedikasi para anggota.

Khusnendi juga menyampaikan "agar anggota Pemuda Muhammadiyah Se-kecamatan Sidayu terus berkembang dan berpikir maju demi masa depan yang lebih baik", Harapannya.

Ahmad Fani Alfian, Ketua PCPM Sidayu, menambahkan bahwa kondisi ranting Pemuda Muhammadiyah di Sidayu saat ini membutuhkan anggota yang rela berkorban, baik tenaga maupun finansial. "Yakinlah, segala cita-cita akan dimudahkan oleh Allah SWT," ungkapnya dengan penuh keyakinan, menyemangati para anggota untuk terus berkontribusi.

Kegiatan ini, lanjut Ahmad Fani, bertujuan untuk membangkitkan semangat dan gairah pemuda Muhammadiyah di seluruh Kecamatan Sidayu. Ia juga berharap sinergi antara pemuda dan pimpinan Muhammadiyah semakin erat, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dengan optimisme dan kerja sama yang kuat. (azhar)



Share:

Melangkah Maju atau Mundur: Menghadapi Tantangan dalam Setiap Pilihan Hidup


Oleh Ahmad Azharuddin 

Saat melangkah ke depan dalam hidup, kita sering dihadapkan pada pilihan sulit. Setiap langkah baru yang kita ambil dalam hidup ini selalu disertai dengan tantangan, sebagaimana dinyatakan oleh Charles Darwin, “It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change.” Setiap keputusan yang kita ambil, baik dalam karier, hubungan, atau bahkan dalam pencarian jati diri, selalu melibatkan dua jalan: terus maju menghadapi berbagai rintangan atau mundur dan menghindar dari segala risiko.

Ketika kita memilih untuk terus maju, kita memilih untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada di depan kita. Ini adalah pilihan yang penuh dengan risiko, tetapi juga sarat dengan peluang. Bayangkan seorang pengusaha yang memulai sebuah bisnis dari nol. Setiap hari, ia harus menghadapi berbagai tantangan—mulai dari masalah finansial, persaingan yang ketat, hingga kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Namun, mereka yang mampu terus maju dan menghadapi tantangan ini seringkali meraih sukses yang jauh lebih besar daripada mereka yang memilih untuk berbalik arah. Mereka adalah orang-orang yang, seperti yang dikatakan Darwin, “responsif terhadap perubahan.”

Di sisi lain, ada pula yang memilih untuk mundur ketika dihadapkan pada tantangan. Mungkin mereka merasa bahwa risiko terlalu besar atau terlalu menakutkan untuk dihadapi. Pilihan ini sering kali datang dengan rasa aman sementara, tetapi juga bisa berarti kehilangan peluang yang mungkin tidak akan datang kembali. Seorang penulis yang menghadapi penolakan berulang kali dari penerbit bisa merasa putus asa dan memutuskan untuk berhenti menulis. Keputusan ini mungkin memberi ketenangan sementara, tetapi juga berarti menyerah pada impian dan potensi yang belum terwujud.

Tantangan adalah bagian tak terpisahkan dari setiap perjalanan. Memilih untuk terus maju berarti memilih untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan, dengan harapan bahwa perubahan yang dihasilkan akan membawa manfaat jangka panjang. Di sisi lain, memilih untuk berhenti berarti melepaskan kesempatan untuk pertumbuhan dan perubahan, meskipun mungkin menawarkan kenyamanan sesaat.

Pada akhirnya, keputusan untuk terus maju atau mundur adalah keputusan pribadi yang harus diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Namun, penting untuk diingat bahwa tantangan adalah bagian alami dari proses pertumbuhan dan perubahan. Seperti yang diungkapkan oleh Darwin, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan meskipun menghadapi berbagai tantangan adalah kunci untuk bertahan dan berkembang dalam dunia yang terus berubah ini. (*)


*) Sekretaris Bidang Riset, Teknologi dan MSDM PCPM Sidayu

Share:

Refleksi Senja: Menemukan Arti Cinta di Balik Secangkir Kopi

 

Oleh: Mohammad Adi Setyabudi  

Kala senja tiba, aku duduk santai di bawah rindang pohon asam yang terletak di bawah jembatan, ditemani angin sepoi-sepoi yang selalu kuanggap sebagai kenikmatan tersendiri. Di hadapanku, tiga cangkir kopi yang telah diseduh beberapa jam lalu. Kopiku sengaja kubiarkan lama, sebab tak ada yang lebih hangat dari tubuh yang kehilangan pelukan. Di tengah kebosanan yang mendera, seorang pemuda bertanya, "Apa itu cinta?"

Pertanyaan itu membuyarkan lamunanku, membuatku menatap heran pada pemuda tersebut. Dia adalah seorang yang baru saja patah hati karena perpisahan yang sangat rumit.

"Apa yang akan kita diskusikan?" tanya temanku singkat.

"Aku tidak ingin berdiskusi, tapi aku memiliki permasalahan yang membuat perasaanku gundah," jawab pemuda itu, yang inisialnya adalah IV.

"Apa yang membuatmu resah, kawan?" tanyaku.

"Bukankah hal ini terlihat lucu?" jawabku lagi dengan sebuah pertanyaan.

Seiring waktu berlalu, kami terlarut dalam canda tawa, seperti tiga pemuda lugu yang mengenang masa-masa konyol yang pernah kami lalui. Nostalgia membawa kami pada kenangan asmara muda. Namun, tulisan ini bukan tentang kisah cinta temanku, melainkan tentang sesuatu yang dialami banyak orang dan mencoba menyampaikan perspektif dari seorang pemuda lugu ini.

“Lantas, bagaimana kita menguraikan arti cinta tersebut?” tanyanya penuh harap.

Aku terdiam sejenak. Temanku kemudian menjelaskan hal dasar yang pernah dipahami sebelumnya. Ia mengutip sebuah buku: suatu ketika Plato bertanya pada gurunya, Socrates, “Apa itu cinta sejati dan bagaimana menemukannya?” Sang guru menjawab, “Ada ladang gandum di depan sana. Berjalanlah tanpa menoleh ke belakang atau berjalan mundur, kemudian ambillah satu ranting yang kamu anggap paling menakjubkan. Artinya kamu sudah menemukan cinta sejati. Tetapi jika kamu mengambil satu ranting di belakang yang kamu pikir lebih menakjubkan, maka kamu gagal menemukan cinta sejati itu, karena pasti akan ada banyak ranting yang kamu anggap lebih menakjubkan lagi di depannya.”

“Wow,” timpalnya dengan tertawa kecil.

“Jika dia tulus denganku, aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta, seperti sebilah belati yang ditikamkan Juliet ke dadanya sendiri dan membuatnya menjadi abadi. Momen itu tidak menciptakan komitmen, melainkan momen itu hanyalah komedi,” lanjutnya.

“Wah,” jawabku sambil mengisap rokok yang menampar wajah kesedihan.

Yang ingin kusampaikan adalah bahwa cinta dan keyakinan merupakan kebutuhan setiap manusia. Sementara itu, kita juga mengetahui bahwa kebutuhan setiap manusia berbeda, sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Namun, ada satu hal istimewa yang dimiliki manusia dibandingkan makhluk lain, yaitu "pikiran". Hal yang hanya bisa dipahami oleh diri sendiri, hal yang tak bisa dipenjarakan, hal yang menjadi representasi mutlak. Semua orang pasti memiliki kenangan dalam setiap ceritanya. Hal yang kau alami saat ini akan menjadi arsip penting, bahkan pengalaman yang lebih baik. Jangan sampai kegagalan membuatmu lebih buruk dalam bertindak. Sejatinya, gagal itu tidak ada. Gagal hanyalah cara kita memberi nama pada hasil yang sesuai kehendak Tuhan namun tidak sesuai keinginan kita.

“Wussshhhh,” rokokku menyala.

“Belajarlah dari langit itu,” kataku sambil menoleh ke barat. “Senja itu mengisyaratkan kepada kita untuk mendefinisikan satu arti cinta dalam bentuk sederhana. Senja juga lebih elok dalam caranya berpamitan.”

"Kuharap ini tidak memuaskanmu, namun di balik semua itu kau akan mencari pemahaman sampai kau puas dengan sendirinya," pungkas ku, menandakan ingin menyudahi percakapan.

Sore itu, di pertemuan meja paling senja, kopi yang kuminum terasa sangat berbeda. Kami sedang menjahit luka dan merayakan perpisahan. Setelah itu, kami pun melanjutkan bertukar kisah hingga larut malam. Semoga kelak aku bisa bertemu dengannya sekali lagi, tentu setelah menjadi manusia yang berbeda, setidaknya untuk saat ini.(*)

*) Penulis adalah Sekretaris Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PCPM Sidayu, Gresik, Jawa Timur.



Share:

Momen Bersejarah untuk Dakwah Persyarikatan: Kajian Akbar dan Pengukuhan PRPM & PRNA Desa Golokan


SIDAYU, pemudaberkemajuan.or.id - Malam itu, Ahad, 28 Juli 2024, Desa Golokan, Sidayu, Gresik bertransformasi menjadi pusat kegiatan spiritual dan organisasi. Ratusan masyarakat dengan antusiasme tinggi menghadiri acara Kajian Akbar serta pengukuhan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) yang diadakan di perempatan jalan desa. Tema "Optimalisasi Peran Aktif Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk Menggembirakan Da'wah Persyarikatan" menggema dalam setiap sesi acara tersebut, menandai komitmen kuat untuk membangkitkan semangat dakwah di kalangan pemuda.

Dr. Syamsul Huda, M.Pd.I, Ketua Forum Ustadz & Ustadzah Pesantren Muhammadiyah, membuka acara dengan penuh semangat. Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya regenerasi perkaderan dalam Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, yang dimulai dari pernikahan hingga ke kehidupan berorganisasi. "Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah harus menjadi pelopor dalam membawa perubahan positif di masyarakat," ujarnya dengan antusias.

Kepala Desa Golokan, Muslikan, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya. "Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Desa Golokan harus berdampingan dan berkolaborasi dengan organisasi masyarakat lainnya. Sinergi ini penting untuk kemajuan desa," ungkapnya. Semangat kebersamaan dan kolaborasi tersebut menjadi benang merah dalam pesan-pesan yang disampaikan para tokoh pada malam itu.

Sadili, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Golokan, dengan bangga mengapresiasi antusiasme masyarakat. "Semoga kedepannya mampu mengemban amanah selama lima tahun. Mereka adalah ujung tombak untuk meneruskan perjuangan Muhammadiyah di desa Golokan," tuturnya. Pengukuhan pimpinan ranting ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran pemuda di desa tersebut.

Nur Wahyu Bagus Saputra, Ketua Umum PRPM Desa Golokan, mewakili PRNA, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. "Berdakwah itu tidak hanya menyampaikan potongan ayat. Dakwah bisa dilakukan dengan tindakan dan perbuatan yang berdampak," kata Nur Wahyu, menegaskan pentingnya aksi nyata dalam dakwah.

Ahmad Fani Alfian, Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu, menyampaikan bahwa acara ini harus menjadi momentum untuk menggembirakan dakwah persyarikatan. "Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Ranting Golokan jadi representasi pengkaderan ideal di Cabang Sidayu. Jika tidak bisa jadi hujan yang mengairi, jangan jadi api yang membakar," pesannya tegas.


Acara malam itu bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik tolak bagi pemuda Desa Golokan untuk mengambil peran aktif dalam dakwah dan pembangunan desa. Dengan semangat yang menggelora, mereka siap menjalankan amanah dan membawa perubahan yang lebih baik. (azhar)



Share:

Bakaran Bareng Pemersatu Semangat kebersamaan Kader Pemuda Muhammadiyah Se-Sidayu, Gresik


SIDAYU, pemudaberkemajuan.or.id - Pada Ahad pagi, 21 Juli 2024, Gedung Dakwah Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu dipenuhi semangat kebersamaan dan antusiasme kader Pemuda Muhammadiyah se-Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Acara bakaran bareng yang digelar di tempat tersebut bukan sekadar kegiatan Bakaran bareng, melainkan juga ajang ngobrol bareng yang membahas masa depan pemuda Muhammadiyah, khususnya di wilayah Sidayu. Dalam suasana penuh keakraban, para kader tidak hanya menikmati hidangan lezat hasil bakaran, tetapi juga terlibat dalam diskusi hangat mengenai langkah-langkah strategis yang harus diambil untuk memajukan organisasi.

Acara ini dihadiri oleh kader Pemuda Muhammadiyah dari berbagai desa di Sidayu. Mereka berkumpul untuk berbagi pandangan dan merumuskan strategi demi memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah dalam masyarakat. 

Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu, Ahmad Fani Alfian, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga silaturahmi antar kader sekaligus mempererat komunikasi organisasi. "Acara yang dikemas dengan santai ini menjadi momentum untuk membentuk kepedulian terhadap kondisi pengkaderan Pemuda Muhammadiyah di Cabang Sidayu," ungkap Ahmad Fani Alfian.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para kader untuk menikmati makanan bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk berdiskusi mengenai potensi dan peran Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan zaman. Diskusi ini diharapkan mampu menumbuhkan ide-ide segar dan inovatif yang dapat memperkuat jaringan solidaritas antar kader dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Muhammad Firyal Azmi, anggota Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Desa Bunderan, menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi antar kader dan memberikan ruang untuk berdiskusi tentang peran mereka sebagai pemuda Muhammadiyah dalam membangun bangsa, khususnya di wilayah Sidayu. "Acara ini menjadi momen yang tepat untuk saling mendukung dan bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan bersama," katanya.

Dengan adanya kegiatan bakaran bareng ini, diharapkan Pemuda Muhammadiyah se-Sidayu dapat terus bersinergi, saling mendukung, dan bersama-sama membangun kekuatan untuk mencapai tujuan-tujuan mulia demi kemajuan bersama. Semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terpancar dari acara ini menjadi modal berharga dalam mengarungi berbagai tantangan yang ada di depan (Zhar).



Share:

Koordinasi Persiapan Musyran Pemuda Muhammadiyah Se-Sidayu: Menyatukan Langkah untuk Masa Depan


SIDAYU, Pemudaberkemajuan.or.id - Persiapan Musyawarah Ranting (Musyran) Pemuda Muhammadiyah Se-Sidayu semakin intensif. Berbagai koordinasi dan diskusi telah dilaksanakan untuk memastikan acara tersebut berlangsung sukses dan membawa dampak positif bagi para pemuda Muhammadiyah di kawasan Sidayu. Koordinasi dan diskusi terbaru digelar pada Sabtu, 20 Juli 2024, di Story Cafe Sidayu. Acara ini mengundang berbagai pemuda dari berbagai desa untuk memperkuat rencana pelaksanaan Musyran yang dijadwalkan pada Sabtu, 10 Agustus 2024 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Desa Sukorejo, Sidayu, Gresik, Jawa Timur.

Musyran akan dilaksanakan secara bersama-sama dengan partisipasi dari Pemuda Muhammadiyah Desa Purwodadi, Srowo, Kauman, Raci Tengah, Mriyunan, Sidomulyo, Bunderan, Golokan, dan Sukorejo. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antar ranting.

Zakhoriful Idho, Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Desa Purwodadi, menyampaikan bahwa musyran bersama ini akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu dan sumber daya. "Harapannya agar tetap solid serta dapat berpartisipasi aktif dalam musyran ini dan kedepannya untuk memajukan pemuda Muhammadiyah Sidayu yang lebih progresif," ujarnya dengan penuh optimisme.

Ahmad Fani Alfian, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu, menjelaskan bahwa Koordinasi Musyawarah Ranting Pemuda Muhammadiyah adalah musyawarah tertinggi di tingkat ranting yang bertujuan untuk memilih dan melanjutkan kepengurusan di periode selanjutnya. "Ranting adalah denyut nadi pergerakan pemuda Muhammadiyah. Ranting sebagai unit dalam struktur organisasi berfungsi bukan hanya sebagai sarana pengorganisasian tetapi juga sebagai wahana pengkaderan yang efektif," tegasnya.

Melalui koordinasi dengan Ketua Ranting se-Sidayu, diharapkan persiapan puncak dari pengkaderan di Pemuda Muhammadiyah dapat terlaksana dengan baik. Keberhasilan pengkaderan ini diukur dari kemampuan regenerasi kepemimpinan untuk melanjutkan estafet organisasi, yang menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan dan kemajuan Pemuda Muhammadiyah di masa depan.

Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat dari setiap ranting, Musyran Pemuda Muhammadiyah Se-Sidayu diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun soliditas dan efisiensi organisasi. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam memajukan Pemuda Muhammadiyah Sidayu menuju arah yang lebih progresif dan berdaya saing tinggi (Zhar).

Share:

Membangun Karakter Melalui Baris Berbaris: Sinergi SPEMSI9 dan KOKAM Sidayu

 


SIDAYU - SMP Muhammadiyah 9 Sidayu (SPEMSI9) Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam pembentukan karakter siswa melalui kegiatan Latihan dan Pembinaan Pasukan Baris Berbaris bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu. Acara yang diadakan pada 18 Juli 2024 di halaman SPEMSI9 ini merupakan rangkaian keempat setelah fortasi siswa-siswi kelas 7. Latihan ini dipimpin langsung oleh Komandan Farihin dan Komandan Ilham dari KOKAM, dengan seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Setelah melaksanakan sholat dhuha dan tadarus al-Qur'an, siswa-siswi SMP Muhammadiyah 9 Sidayu berbaris rapi untuk mengikuti latihan baris-berbaris. Tidak hanya menjadi ajang pelatihan fisik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pengembangan karakter siswa. 

Luthfiyah Ahmad, Kepala SMP Muhammadiyah 9 Sidayu, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta manajemen waktu bagi para siswa. "Diharapkan kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, mengingat siswa-siswi masih perlu bimbingan untuk menjadi lebih disiplin," ujarnya.

Respon positif datang dari para siswa yang antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh para komandan. Latihan baris-berbaris ini juga menjadi ajang pembelajaran praktis mengenai pentingnya kerja sama tim dan kepatuhan terhadap aturan. Hal ini sejalan dengan tujuan sekolah untuk membentuk karakter siswa yang kuat dan berintegritas.

Muhammad Ilham, Komandan KOKAM PCPM Sidayu, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus diadakan setiap tahunnya. "Kami siap kapanpun membantu pembinaan pasukan baris berbaris, agar siswa-siswi bisa disiplin dan taat kepada aturan-aturan baik di dalam maupun luar sekolah," katanya. 

Ilham juga menekankan pentingnya sinergi antara KOKAM dan SPEMSI9 untuk terus konsisten dalam memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi siswa.

Kerja sama antara KOKAM dan SPEMSI9 diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengatur waktu dengan baik. Latihan baris-berbaris ini tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam membangun karakter positif di kalangan siswa SMP Muhammadiyah 9 Sidayu (zhar/nas).


Share:

Merajut Kenangan di Pemuda Muhammadiyah Sidayu: Rindu yang Menggelora

Merajut Kenangan

SIDAYU - Dalam perjalanan hidup, ada momen-momen yang meninggalkan jejak mendalam dalam ingatan kita. Salah satu momen tersebut adalah keterlibatan dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Sidayu. Kehidupan di organisasi ini bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan sebuah pergerakan yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian.

Pemuda Muhammadiyah Sidayu selalu menjadi garda terdepan dalam menggerakkan perubahan di masyarakat. Kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah yang diadakan bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran dan pengembangan diri bagi anggotanya. Setiap program yang dirancang selalu berlandaskan semangat Al-Ma'un, dengan tujuan meringankan beban sesama.

Kini, ketika waktu telah berlalu dan kesibukan kehidupan dewasa mengambil alih, rindu akan suasana kebersamaan itu kian menggelora. Rindu akan diskusi hangat, canda tawa saat persiapan acara, hingga kepuasan batin ketika melihat senyum bahagia dari masyarakat yang terbantu. Pemuda Muhammadiyah Sidayu telah memberikan banyak kenangan manis yang sulit dilupakan.

Keberanian, solidaritas, dan semangat yang ditanamkan oleh organisasi ini harus terus diwariskan kepada generasi selanjutnya. Dengan begitu, Pemuda Muhammadiyah Sidayu akan selalu menjadi cahaya harapan bagi masyarakat, meneruskan perjuangan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di masa depan.


Penulis: Pemuda Berkemajuan


Share:

Struktural Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu

Share:

Sejarah Singkat Berdirinya Pemuda Muhammadiyah


Pemuda Muhammadiyah didirikan pada tanggal 26 Zulhijjah 1350 Hijriyah yang bertepatan pada 26 Oktober 1932 Masehi di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Organisasi ini lahir dari keinginan untuk menyediakan wadah bagi para pemuda Islam agar dapat mengembangkan diri, baik dalam bidang keagamaan maupun sosial. Pada masa itu, semangat kebangkitan nasional tengah menggelora di kalangan pemuda Indonesia, sehingga berdirinya Pemuda Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya besar untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Pemuda Muhammadiyah memiliki misi utama untuk membina dan memberdayakan pemuda agar menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berwawasan luas. Tujuan dari pendirian organisasi ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang progresif dan berkemajuan, serta mempersiapkan kader-kader pemuda yang siap menjadi pemimpin masa depan. Dengan semangat pembaharuan yang dibawa oleh KH Ahmad Dahlan, Pemuda Muhammadiyah terus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar agama Islam.

Sejak didirikan, Pemuda Muhammadiyah telah memainkan peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Pada masa penjajahan, anggota Pemuda Muhammadiyah aktif terlibat dalam berbagai aksi perlawanan terhadap penjajah, baik melalui jalur diplomasi maupun perjuangan fisik. Setelah Indonesia merdeka, organisasi ini tetap konsisten dalam upayanya untuk membangun bangsa melalui berbagai program pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Pemuda Muhammadiyah juga turut andil dalam berbagai gerakan reformasi di Indonesia. Pada era reformasi, mereka berperan aktif dalam mendorong perubahan sosial dan politik, serta mengawal proses demokratisasi di tanah air. Hingga kini, Pemuda Muhammadiyah terus berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebudayaan.

Memasuki era digital, Pemuda Muhammadiyah menghadapi tantangan baru dalam menjaga relevansi dan eksistensinya di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, organisasi ini terus melakukan berbagai inovasi dan adaptasi, termasuk dalam penggunaan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program-programnya. Dengan semangat yang sama seperti saat pertama kali didirikan, Pemuda Muhammadiyah berkomitmen untuk terus melahirkan generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dapat kita simpulkan bahwa sejarah berdirinya Pemuda Muhammadiyah adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dari awal berdirinya hingga kini, organisasi ini telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang berkemajuan, Pemuda Muhammadiyah siap melanjutkan perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Share:

Menyambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah dengan Semangat Hijrah

SIDAYU - Sabtu (06/07/2024) 1 Muharram menjadi hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, merayakan Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi dasar penetapan tahun baru ini. Hijrah tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga merupakan simbol perjuangan dan pengorbanan dalam mencari ridha Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai tantangan dan rintangan selama hijrah. Namun, dengan kesabaran dan keikhlasan, beliau berhasil membangun masyarakat yang adil dan sejahtera di Madinah. Kisah ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus berjuang dan berkorban demi kebaikan.

Hijrah Nabi Muhammad SAW bukanlah perjalanan yang mudah. Beliau dan para pengikutnya harus meninggalkan tanah kelahiran, harta benda, dan bahkan keluarga demi tegaknya ajaran Islam. Di Madinah, beliau berhasil menciptakan sebuah komunitas yang harmonis dan saling mendukung, menjadi cerminan ideal bagi kehidupan bermasyarakat.

Bulan Muharram yang membuka tahun baru Islam ini membawa pesan penting: kesempatan untuk memulai kembali. Setiap langkah di tahun ini diharapkan diwarnai dengan kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga semangat hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi teladan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sidayu Mengucapkan Selamat Tahun Baru Isam 1446 H. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua. Mari kita jadikan semangat hijrah sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Kontributor: Pemuda Berkemajuan

Share:

PCPM Sidayu Adakan Rapat Rutin Bulanan untuk Evaluasi dan Koordinasi

 


SIDAYU - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu kembali menggelar rapat rutin bulanan di Musholla yang terletak dalam kawasan Gedung Dakwah Pemuda Muhammadiyah (GDPM) Sidayu, Jum'at (5/7/2024). Rapat ini menjadi wadah penting untuk menampung berbagai ide serta membahas isu-isu krusial baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan.

Selain itu, rapat ini juga digunakan untuk evaluasi kinerja setiap bulannya. Dengan rutin mengadakan rapat bulanan, PCPM Sidayu dapat memperkuat koordinasi antar anggota, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga aliran komunikasi yang efisien. 

Ketua PCPM Sidayu, Ahmad Fani Alfian, menegaskan pentingnya rapat rutin ini dalam menjaga keberlangsungan operasional harian yang terorganisir dan memastikan setiap anggota tetap produktif dan terlibat aktif dalam kegiatan organisasi. "Rapat bulanan ini adalah kunci bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya rapat rutin ini, diharapkan PCPM Sidayu dapat terus memberikan dampak yang signifikan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, serta menjaga semangat kebersamaan dan kerja sama di antara anggota.


Kontributor: Pemuda Berkemajuan

Share:

Prof. Zainuddin Maliki, M.Si memberikan tiga pesan yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat















Prof. Zainuddin Maliki, M.Si memberikan tiga pesan yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat agar bansa Indonesia menjadi bangsa yang kuat Tahun Baru Hijriah merupakan momentum yang epik untuk hijrah, untuk menjadi yang lebih baik dan terus berbenah. Tahun baru hijriah kali ini bertepatan dengan berakhirnya bulan Agustus, sebagai bulan hari kemerdekaan tentunya banyak perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Sehingga tahun baru hijriah 1441 adalah hari istimewa, masyarakat menyambut dengan suka cita, berbagai macam perayaan telah dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru hijriah dan mengakiri bulan agustus sebagai penutup berbagai macam kegiatan perayaan kemerdekaan.
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC. IPM) Sidayu tak mau ketinggalan dengan momentum berharga ini. Menyambut datangnya tahun baru hijriah PC. IPM Sidayu mengadakan kajian Al-Islam dengan pemateri Prof. Zainuddin Maliki, M.Si di masjid KH. Ahmad Dahlan Sidayu. Prof. Zainuddin Maliki mulai melejit namanya dikalangan gressrood semenjak instruksi jihad politik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan menjadikan beliau sebagai anggota DPR RI dari dapil Gresik-Lamongan. Selain itu kapasitas dan pengalaman beliau memang sangat pantas untuk masuk dalam gelapnya jalur pemerintahan untuk menjadi penerang dan pendobrak agar Negara Indonesia benar-benar menjadi Negara merdeka, bukan hanya Negara yang ramai akan perayaan kemerdekaan.
Kajian al-islam yang dilaksanakan pada sabtu malam (31/8) sangat ramai. Lebih dari 100 jama’ah memenuhi ruangan masjid. Prof. Zainuddin Maliki, M.Si memulai kajian dengan membuka wawasan jama’ah tentang kondisi negeri yang sebenarnya mulai mencekam dan tidak kondusif. Pemerintah yang tidak memihak umat islam dan terlihat tebang pilih dalam penangananan berbagai macam kasus. Beliau memberikan contoh pada kondisi yang saat ini sedang terjadi, disaat bendera bintang kejora milik OPM berkibar, pemerintah tidak sigap dalam menanganinya, beda halnya saat bendera tauhid dikibarkan pemerintah langsung ambil sikap dan terkesan sangat sigap dalam menangkap para “provokator” pengibar bendera tauhid tersebut. Matan rektor UMS ini menganalisis bahwa hal tersebut terjadi karena mayoritas dari pejabat pemerintah yang ada hatinya tidak terpaut pada masjid, bahkan ada yang berusaha memisahkan masjid dengan urusan Negara, padahal sangat jelas dicontohkan oleh Rasullah bahwa masjid selain menjadi tempat ibadah, juga bisa digukan sebagai pusat pembahasan pemerintahan. Karena itulah tidak ada kesamaan frequensi antara rakyat dan pemerintah. Hal itulah yang menjadikan beliau memberanikan diri untuk masuk dalam gelapnya dunia politik bangsa. bukan ikut andil memporak-porandakan negeri, tapi dengan niat tulus dan ikhlas memperbaiki kondisi negeri.
Dalam kesempatan yang luar biasa ini, pada momen yang sangat pantas dihadapaan lebih dari 100 jama’ah Prof. Zainuddin Maliki, M.Si memberikan tiga pesan yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat agar bansa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, tiga hal tersebut adalah:
1. Perbaiki kualitas iman dan taqwa
2. Berpikir progressif, berusaha untuk memperbaiki kesalahan dan berusaha lebih baik
3. Hidup dengan akhlaq yang baik
Semoga tiga pesan tersebut dapat dilakukan oleh jama’ah kajian al-islam dan mengubah kondisi bangsa step by step snegeri ini mejadi negeri yang baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur. (AAM)

*) Penulis adalah ketua PC. Pemuda Muhammadiyah Sidayu
Share:

NASEHAT UNTUK YANG AKAN BERANGKAT HAJI, BELUM BERANGKAT HAJI DAN SUDAH BERANGKAT HAJI




Sidayu (21/7), Kajian Ahad pagi yang dilaksanakan di masjid KH. Ahmad Dahlan Sidayu berjalan sangat semarak. Kajian tersebut dihadiri oleh ratusan jama’ah dari wilayah Sidayu dan sekitarnya, utamanya warga Muhammadiyah. Tepat pukul 05.30 Kajian dimulai dengan pembukaan sekaligus pengumuman oleh Bapak Zainal Abidin dan dilanjutkan kajian al-islam oleh Ust. Drs. KH. Amar Syarifuddin, MA dari Surabaya.

Dalam kajiannya, Ust KH. Amar Syarifuddin menyampaikan beberapa nasehat untuk orang yang akan berangkat haji, belum berangkat haji dan yang sudah berangkat haji.

Hal tersebut dilatarbelakangi untuk mengingatkan sekaligus memotivasi kepada jama’ah karena bertepatan dengan bulan haji. Ust KH. Amar Syarifuddin membuka kajian dengan menjabarkan ada 3 peristiwa dalam masyarakat yang melibatkan orang banyak, yaitu: Nikah, kematian dan berangkat haji. Ketiga peristiwa tersebut memiliki makna dan alasan masing-masing sehingga diharuskan melibatkan orang banyak dalam pelaksanaannya. Berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, beliau memberi sedikit nasehat untuk siapa saja yang mau berangkat haji. Diantara hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Sebelum berangkat haji hendaklah menata niat.

Niat merupakan amalan paling penting dan utama dalam menentukan kualitas ibadah, jangan sampai niat ibadah haji tidak sesuai sehingga tidak medapatkan keistimewaan pahala dalam melaksanakan ibadah haji. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda “Akan dating suatu masa dinama umatku berangkat haji hanya karena melancong saja, hanya untuk perjalanan bisnis saja, dikalangan ilmuan hanya untuk riya’ kepada sesame, dan orang miskin berangkat haji hanya untuk meminta-minta”.

 Oleh sebab itu Ust Amar benar-benar berpesan dan menegaskan perkara niat ini, karena tidak semua orang bisa melaksanakan ibadah haji dengan ikhlas karena Allah SWT semata.

2. Banyak berdoa kepada Allah SWT.

Hal ini dikarenakan Makkah dan Madinah merupakan tempat yang istimewa, disana ada banyak tempat yang mustajabah, doa-doa akan dikabulkan disana.

3. Pastikan harta yang dipakai untuk berangkat haji bersumber dari harta yang halal.

Terkait dengan sumber harta, ust Amar menjelaskan bahwasannya da 4 sumber harta benda, yaitu:
1) sumber harta haram dibelanjakan untuk hal yang haram (Dholim di atasnya dholim),
2) Sumber harta haram digunakan untuk sesuatu yang halal (Kufur nikmat),
3) Sumber harta halal digunakan untuk hal yang haram, dan
4) Sumber harta halal digunakan untuk sesuatu yang halal, dan inilah sebaik-baik harta.

4. Pelajari dan fahami fiqh haji

5. Sebelum berangkat haji kembalikan hak-hak orang lain

6. Sebelum berangkat haji cukupi dahulu kebutuhan keluarga, jangan sampai berangkat haji tetapi meninggalkan anak/keluarga kekurangan.

7. Ketika berangkat ibadah haji carilah teman safar yang baik dan pembimbing yang faham syari’ah, sehingga ibdah haji berjalan dengan lancer dan tidak kebingungan saat berada di tanah suci. Adapun beberapa nasehat bagi siapa saja yang belum berangkat haji, beliau menjelaskan bahwasannya Rasullah SAW pernah bersabda “Ada beberapa amalan yang jika dilakukan pahalanya sama seperti seseorang melakukan ibadah haji, diantaranya:
1. Datang ke masjid untuk mencari ilmu agama atau mengajarkan ilmu agama
2. Berdzikir setelah melakukan sholat wajib
3. Amalan sholat wajib berjama’ah
4. Sholat subuh berjama’ah dan berdiam di masjid untuk berdzikir kepada Allah SWT sampai matahari terbit dan dilanjutkan Sholat Isyra’ dua rakaat
5. Berbakti kepada kedua orang tua. Selain nasehat untuk yang akan dan belum berangkat haji, Ust KH. Amar Syarifuddin juga mengiatkan kembali kepada siapa saja yang sudah melaksanakan ibadah haji, agar ibadah hajinya dikategorikan mabrur. Beberapa indikasii perilaku orang yang hajinya mabrur, yaitu:
1. Berserah diri secara mutlak kepada Allah SWT dan ikhlas dalam menjalani kehidupan
2. Mempunya mental Al-Mu’biddin (Semakin tunduk, patuh dan taat kepada Allah SWT)
3. Hati mudah terenyuh tiap kali disebut kalimat-kalimat thoyyibah
4. Semakin rajin mendirikan sholat, baik sholat wajib maupun sunnah
5. Semakin bijaksana, semakin sabar dan semakin rajin untuk berinfak. Demikianlah Ust Amar memberikan nasehat kepada jama’ah kajian ahad Pagi PC. Muhammadiyah Sidayu yang dilaksanakan di masjid KH. Ahmad Dahlan.

Semoga nasehat beliau benar-benar menjadi nasehat dan dapat dilaksanakan oleh jama’ah sehingga keutamaan ibadah haji benar-benar bisa didapatkan. Kajian ahad pagi berakhir tepat pukul 6.30 dan dilanjutkan ramah-tamah dengan seluruh jama’ah. Semoga kajian ahad pagi yang sudah digagas oleh PC. Muhammadiyah Sidayu mendapat keberkahan dan konsisten dalam menebar amar ma’ruf nahi munkar.

(AAM)
Penulis adalah Ketua PC. Pemuda Muhammadiyah Sidayu

Share:

RAPATKAN BARISAN,PCPM SIDAYU SIAP MENGGEMBIRAKAN PERSYARIKATAN


Pasca pelaksanaan Musycab XV, PCPM Sidayu langsung tancap gas. Tidak menunggu waktu lama, ketua formatur yang juga ketua PCPM terpilih Muh. Amri Mukhtarifin langsung mengumpulkan anggota lainnya untuk merapatkan barisan sekaligus melengkapi personalia PCPM Sidayu periode 2018-2022 pada (29/6/2019).

Calon personalia PCPM periode 2018-2022 berkumpul di GDM Sidayu dengan agenda pelengkapan personalia sekaligus pandangan umum untuk program kerja selama 1 periode ke depan.

Ketua umum langsung memimpin rapat dengan memberikan pandangan umum untuk program kerja 1 periode kedepan. Pada paparannya, Muh. Amri Mukhtarifin menjelaskan, " Saya berharap, untuk 1 periode ke depan PCPM Sidayu mampu mengangkat branding PCPM baik di level PDPM maupun PRPM serta tetap mempertahankan hubungan baik dengan Muhammadiyah dan lembaga masyarakat yang ada di Sidayu." Jelasnya.

 Pria asal desa Golokan Sidayu ini juga mengungkapkan bahwa dia tidak mempunyai keinginan yang terlalu tinggi, dia hanya menginginkan hal-hal sederhana tapi konsisten untuk bisa dilaksanakan oleh personalia PCPM dalam rangka dakwah yang menggembirakan.

"Saya tidak punya mimpi yg muluk-muluk terkait PCPM kedepan, saya hanya ingin kita melaksanakan hal-hal sederhana tapi mengena untuk setiap aktivitas PCPM." Ungkap Amri.

"Selain itu, ke depan kita harus punya program unggulan khas PCPM Sidayu." Tambahnya.

 Pada pertemuan ini telah tersusun struktur kepengurusan yang lengkap. Dari 13 bidang yang dianjurkan oleh PDPM Gresik, dirangkum menjadi 10 bidang oleh PCPM Sidayu yang dapat mewakili 13 bidang tersebut.

"Dengan terbentuknya struktur kepengurusan PCPM Sidayu, diharapkan mampu memberi warna dalam ranah gerak persyarikatan Muhammadiyah baik ditingkatan Pemuda Muhammadiyah sendiri atau berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan ortom lainnya." Tutup ketua PCPM Sidayu terpilih. (Aam)


Share:

Foto Bersama Pimpinan Pemuda Berkemajuan

Foto Bersama Pimpinan Pemuda Berkemajuan
Satukan langkah, wujudkan pemuda muhammadiyah berkemajuan khususnya wilayah Sidayu

Podcast Pemuda Berkemajuan

Apakah Grassroot sudah aman? Pasca Pemilihan umum tahun 2024

Program Unggulan Tiap Tahun di Bulan Ramadhan

"Cukur Rambut Gratis" bersama Pemuda Muhammadiyah Sidayu, Gresik

Recent Posts